Oleh Adrian Dari Nol | RiO de NARA
Salam dari Timur untuk Indonesia. Papua adalah bentangan yang tak pernah tunggal. Ia hadir sebagai gunung yang menjulang, laut yang bening, hutan yang purba, dan bahasa-bahasa yang tumbuh dari tanah yang sama. Dari timur Indonesia, keberagaman bukan sekadar istilah. Ia adalah cara hidup.
Di Lembah Baliem, rumah honai berdiri rendah, menyatu dengan udara pegunungan. Arsitektur, ritus, dan pola hidup masyarakat pegunungan mengajarkan keseimbangan dengan alam. Tak jauh dari sana, puncak-puncak Pegunungan Jayawijaya menjadi saksi bahwa tanah ini menyimpan keteguhan dan daya tahan.
Di lautan barat, Raja Ampat memperlihatkan gugusan pulau dan terumbu karang yang dikenal dunia. Di sana, laut bukan hanya panorama, melainkan ruang belajar tentang harmoni dan keberlanjutan. Sementara di Teluk Cenderawasih, perairan luas menyimpan kekayaan hayati yang menjadi kebanggaan Nusantara.
Di wilayah danau, Danau Sentani memantulkan langit timur, dikelilingi kampung-kampung dengan seni ukir dan tradisi yang diwariskan lintas generasi. Di pesisir selatan, Merauke menghadap matahari terbit pertama, menjadi simbol batas sekaligus gerbang Indonesia.
Papua adalah mega diversity: ratusan bahasa, beragam suku, ragam ritual, dan ekosistem yang luas dari rawa hingga karang. Dari timur ini, Indonesia diingatkan bahwa persatuan bukan menyeragamkan, melainkan merawat perbedaan.
Salam dari timur bukan sekadar sapaan. Ia adalah penegasan bahwa dalam keberagaman yang luas, kita tetap satu rumah.

